catatan 14 : Memandangi monumen Four Faces Buddha

Hai.. hai.., ketemu lagi di catatan langkah saya kali ini……

Sekarang langkah saya kembali berjalan di kota pahlawan. Kali ini saya melangkah ke sebelah timur kota Surabaya. lebih tepatnya kawasan pantai Kenjeran.

Sepanjang perjalanan menuju pintu masuk kawasan pantai, saya melihat banyak warung yang menjual kerupuk ikan, kerupuk teripang, ikan asin, rengginang lordjuk (sejenis kerupuk yang diberi tambahan campuran kerang yang berbentuk kecil memanjang) dan lain sebagainya, maklum saja kawasan ini adalah kawasan pantai sehingga oleh-oleh khas yang dijual tidak lain adalah makanan yang berasal dari tangkapan hasil laut.

Saya sampai di kawasan pantai kenjeran kira-kira jam 3 siang, hari itu adalah hari minggu. Jadi kawasan ini memang agak ramai. Mendekati pintu masuk kawasan pantai, saya melihat ada tenda-tenda acara dan dari jauh saya melihat banyak orang berkumpul. setelah agak dekat barulah saya tahu, ternyata di hari itu sedang ada acara balap motor (road race) yang disponsori oleh salah satu merek rokok. memang di kawasan ini sering dijadikan tempat penyelenggaraan balap motor. sebentar melihat-lihat sayapun kembali berjalan menuju arah pintu masuk.

Sampai di pintu masuk, saya membayar tiket masuk. setelah itu barulah saya berjalan menuju arah dalam kawasan ini. Kali ini langkah saya tertarik untuk berkunjung melihat monumen Four Faces Buddha yang ada di dalam kawasan ini.

Setelah berjalan sebentar akhirnya sampailah saya di gerbang masuk lokasi monumen ini.

Sayapun bergerak memasuki lokasi ini. pertama yang saya lihat ketika di depan pintu masuk monumen ini. saya melihat ada semacam bangunan seperti kolam bersih yang diberi atap memanjang ke arah dalam. saya juga tidak terlalu mengerti apa maksudnya. Di sebelah kiri kolam itu ada seperti bangunan toko yang menjual cinderamata serta perlengkapan beribadah umat buddha yakni lilin, hio dan peralatan lainnya.

bergerak masuk saya melihat monumen Buddha empat wajah tersebut. Patung itu tingginya sekitar sembilan meter, bahannya dilapis dengan emas murni. Pelapisnya sendiri langsung didatangkan dari Thailand. Patung itu berada di dalam sebuah bangunan stupa.

Di monumen ini terlihat Sang Buddha duduk di sebuah singgasana. Awalnya saya bingung, menerka-nerka mana bagian depan patung/monumen itu. Karena memang ada empat muka Buddha, Namun setelah saya bertanya pada penjaga toko di dekat gerbang masuk, ternyata gampang kok untuk mengetahuinya .Wajah yang menghadap depan adalah yang tangannya memegang tasbih. Menurut penjelasan dari penjaga toko di depan keempat wajah Buddha tersebut mengandung filosofi empat sifat Sang Buddha Gautama yaitu welas asih, murah hati, adil dan bersemedi dengan tenang atau meditasi.

Jika diperhatikan, monumen Buddha Four Faces ini memiliki empat wajah dan delapan tangan. dimana di setiap tangannya terdapat kitab suci, air suci, sebuah senjata yang digambarkan sebagai senjata pertahanan, kemudian sebuah senjata yang sebagai simbol senjata melawan kejahatan, tasbih, sebuah cawan, satu tangan memegang dada, serta satu tangan lagi memegang cupu.

Tidak hanya patung Buddha yang terdapat di situ, ternyata ada juga patung dewa Ganesha di dekatnya. Patung dewa pengetahuan ini sempat membuat saya kembali bingung. Karena yang saya tahu dewa Ganesha ini adalah dewa dalam ajaran Hindu, namun mengapa ada di tempat ini??
Ahhh, sayapun tidak ambil pusing (nanti takut pusing beneran.. hehehe). Saya yakin penempatan patung Ganesha itu pasti memiliki tujuan filosofis tertentu.

Di dalam lokasi monumen itu saya juga melihat ada empat patung gajah berwarna putih yang tingginya sekitar 4 meter disetiap sudut. Di bawah kaki setiap patung gajah ini terdapat hiasan bunga teratai. (woww, simbol apa lagi ini?? itulah pertanyaan yang ada di benak saya) hehe

Kemudian ada tiga kolam yang dihias bunga teratai, dan sebuah ruangan tertutup yang menurut info adalah ruang meditasi. Di dalam kawasan monumen ini juga dihiasi 12 lampu yang lagi-lagi menurut info yang saya peroleh, lampu-lampu tersebut terbuat dari perunggu dan tembaga.

Menurut kabar patung Buddha ini mirip dengan yang berada di Thailand. Hanya saja, patung yang ada di negeri gajah putih tersebut lebih tinggi. Namun bangunan stupanya masih lebih tinggi yang ada di Surabaya ini loh.

Wuah, setelah puas melihat-lihat akhirnya sayapun menyudahi perjalanan langkah kaki saya di monumen Four Faces Buddha ini.

Perjalanan langkah kali ini merupakan perjalanan langkah yang memberikan saya begitu banyak pengalaman mengenai filosofi ajaran Buddha. Huahhh, perjalanan langkah yang menyenangkan hati, mata juga pikiran saya.

Nah sampai bertemu di catatan saya yang berikutnya ya. Salam…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s