Catatan 4 : Resto Jadul di Malang..

Kali ini langkah saya berjalan ke arah Jawa Timur. Tepatnya kota Malang.  “Kota apel” kalau kata banyak orang. Di kota yang bersuhu agak sejuk ini (walaupun tidak sesejuk dulu) Langkah saya berjalan menuju sebuah Restoran dan toko roti yang bisa dibilang cukup berusia sepuh. (sepuh berarti tua dlm bahasa Jawa)

Toko ‘OEN’ itulah nama tempat ini. Memang ada beberapa toko serupa di kota selain di Malang ini, seperti di Semarang. Namun kali ini langkah saya bergerak ke toko ‘OEN’ di kota Malang ini.

Di Toko serta resto yang konon katanya berdiri sejak tahun 1930’an ini memang memberikan nostalgia ke jaman dahulu. Nuansa bangunan serta aksesoris yang ada di dalam toko menunjukkan bahwa memang konsep nostalgia memang dipertahankan di resto dan toko kue yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Malang ini.

Jika saya perhatikan dari bentuk jendela, model kursi memang sangat bernuansa tua. apalagi saya melihat ada perabotan radio kuno merek Phillips berukuran besar di salah satu sudut ruangannya. Ditambah lagi menu yang ditawarkan, benar-benar membuat pikiran saja diajak kembali mundur ke jaman feodal.

Tidaklah sulit untuk mencari lokasi alamat Toko jadul ini. Rata-rata semua orang yang saya tanya mengenal toko yang satu ini. Mungkin resto/toko ini sudah menjadi salah satu icon di kota apel ini.

Letaknya bersampingan dengan toko buku gramedia, diseberang   depannya terletak gereja Katedral Kayutangan Malang. Jadi cukup mudah mencari lokasi tempat ini menurut saya, apalagi bangunannya yang asli ‘tua’ membuat saya yakin dapat mudah menemukan tempat ini.

Saat langkah saya memasuki resto/toko ini, saya sudah dibuat takjub dengan sapaan suara berat, “Selamat siang,” dari seorang bapak berkumis tebal dengan kostum koki putih-putih (lengkap dengan topi tingginya!).

Saya perhatikan memang karyawan di tempat ini yang berseragam layaknya seorang koki. Saya tidak begitu mengerti mengapa mereka berseragam seperti itu?? Namun saya tidak ambil pusing, lagipula ‘kan saya ingin menikmati nuansa serta menu yang ditawarkan dari resto/toko ini.

Setelah saya diberikan menu, saya mulai membacanya.. Woww!! ternyata menu yang ditawarkan adalah menu jaman baheula dulu. Penulisan menunya pun ditulis dalam empat bahasa : Indonesia, Inggris, Belanda serta Jerman. Begitu unik resto ini saya pikir…

Menunya pun bervariasi dipisahkan mulai dari makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup. Makanan camilan pun juga disediakan di sini. Untuk tes uji rasa, saya memesan sandwich yang saya lupa namanya (karena ditulis dalam bahasa Belanda)

Tak lama kemudian pesanan sayapun datang. Sepiring roti lapis yang roti pelapisnya terbuat dari roti tawar yang sedikit dipanggang. Berisi daging panggang, sayuran. Cocoklah menurut saya sebagai hidangan penggugah selera sebelum hidangan utama.

Setelah menyantap roti lapis, kemudian saya memesan menu sop buntut. Dan beberapa saat kemudian datanglah pesanan saya itu. Hmm.. enak juga saya rasa makanan ini. Hidangan yang menurut keterangan dari karyawan di situ merupakan menu hidangan yang dikembangan selain dari hidangan trademark toko/resto ini yang terkenal dengan hidangan Steak, Salad, Roti, dan Ice Creamnya.

Setelah itu tidak afdol rasanya jika ke toko ‘OEN’ ini bila tidak memesan es krimnya. Ada banyak menu es krim yang ditawarkan antara lain: Vanilla, Cokelat, Tutti frutti, strawberry dan banyak lagi. Saya memesan Es Vanilla. dan menurut saya rasa esnya sama otentiknya seperti rasa es Ragusa yang saya cicipi di Jakarta. Mungkin karena resepnya agak sama mengingat dua resto tersebut memang sama-sama resto jadul.

Setelah puas mencicipi menu yang ditawarkan kemudian saya bernjak dari kursi saya melangkah berjalan untuk melihat sekitar dalam resto tersebut. Seperti tulisan yang tertulis di nama resto/toko ini. Disini memang menjual menu kue dan roti juga. Namanya pun juga msih bernama khas ke’belanda-belanda’an. Macam : Speculaas, Chocolade, Krantjes dan lain sebagainya yang membuat saya cukup bingung. hehehe…

Wah sejenak pikiran saya melayang menembus perjalanan waktu. membayangkan kembali ke jaman Belanda dulu. dimana banyak  para sinyo-sinyo Belanda  dengan setelan jas khas zaman dulu dan noni Belanda pengunjung Toko Oen yang berkebaya encim putih lengkap dengan topi khasnya tengah konkow-kongkow minum teh/kopi sembari mendengarkan alunan irama musik tempo dulu. Memang tempat ini begitu baik mempertahankan konsep jadulnya.

Setelah melihat-lihat. sayapun berniat untuk melanjutkan langkah saya ini di tempat lain di Kota Malang ini. Sungguh pengalaman langkah yang berkesan. semoga saja saya bisa kembali ke tempat jadul ini. dan semoga toko ‘OEN’ Malang ini dapat tetap menjadi

Toko ‘OEN’ yang  Die Gasten Gezellighheid Geeft; sebuah tempat nongkrong paling nyaman.

Daag Toko ‘OEN’……   Daaaagggggggg!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s