Catatan 1: Langkahku bersama si ular besi

Sebenarnya sih saya termasuk sudah agak sering pergi ke daerah di Jawa naik “si ular besi” . Banyak cerita dan kejadian yang menurut saya menarik untuk dicatat.

Nah kali ini, saya coba untuk sedikit membagi catatan langkah saya dalam perjalanan bersama “si ular besi”.

Langkah pertama saya mulai dari stasiun Jakarta Gambir. Kali ini saya berencana menuju Surabaya Pasar Turi.

Jam menunjukkan pukul 18.47 malam. Perlahan langkah saya berjalan seiring jalannya kereta ini. Saya menggunakan perjalanan kereta api malam “Sembrani”.  Sekitar 3  jam saya dibawa di dalam kereta tibalah saya di stasiun Cirebon.  Ada yang khas menurut saya  dari stasiun Cirebon. Kali ini saya mencoba memberi tahu anda tentang lokasi stasiun dilihat (lbh tepatnya didengar) dari suara-suara riuh para penjual makanannya. Jadi suatu saat anda naik kereta dan berenti di sebuah stasiun, Anda dapat mengetahui sedang ada di stasiun mana anda. Tanpa anda harus beranjak dari tempat duduk anda. Karena kali ini saya menaiki kereta Sembrani malam, jadi saya mulai dari stasiun Cirebon.

Stasiun 1 : Stasiun Cirebon

Selain terlihat dari bentuk bangunannya yang merupakan tipe bangunan stasiun lama. Ketika memasuki stasiun Cirebon ini jika didengar dari riuh ramainya para penjaja makanan atau minuman (biasanya di setiap stasiun ada penjual-penjual makanan yang meneriakkan barang dagangan mereka. maklum sekarang para penjual itu tidak boleh masuk ke dalam kereta untuk menjajakan dagangan mereka). Nah kalau di Cirebon ini khas nya banyak penjual mendagangkan telur asin serta nasi rames. mungkin karena letaknya yang merupakan perbatasan jawa barat-jawatengah. dan dekat dengan brebes yang merupakan daerah penghasil telur asin.

 

Stasiun 2 : Stasiun Tegal

Hampir sama seperti stasiun Cirebon, di stasiun Tegal ini juga banyak penjual makanan yang menawarkan nasi rames, telur asin. (mungkin karena letaknya yang juga dekat dengan daerah Brebes) tetapi selain dua dagangan tadi ditambah lagi dengan Teh Poci. Maklum daerah ini juga terkenal dengan Teh pocinya.

 

Stasiun 3 : Stasiun Pekalongan

Hampir tidak ada yang berbeda dari dua stasiun sebelumnya. Di stasiun ini juga banyak penjual yang menawarkan makanan siap santap seperti nasi goreng, nasi rames ayam goreng. Tak ada yang begitu istimewa dari stasiun ini dilihat dari jenis makanan yang ditawarkan.

 

Stasiun 4 : Stasiun Semarang

Setelah kurang lebih 6-7 jam. Perjalanan langkah saya di kereta berhenti sementara waktu di Stasiun Semarang. Di Stasiun yang berada di ibukota Jawa Tengah ini yang bernama stasiun Tawang ini jika saya perhatikan banyak penjual yang menawarkan makanan nasi bungkus. Tapi yang istimewa adalah banyak makanan oleh-oleh khas Jawa tengah yang ditawarkan oleh penjual di stasiun ini. Antara Lain : Wingko Babat, Lumpia, Jenang (makanan sejenis dodol) dari Jawa Tengah juga ada.

 

Stasiun 5:  Stasiun Cepu

Stasiun ini sudah berada di daerah Jawa Timur, jadi tinggal beberapa stasiun lagi yang harus saya lewati untuk tiba di stasiun Surabaya. Nah kalau di stasiun ini, yang makanan andalan yang dijual adalah pecel sayur. Mungkin makanan ini cukup terkenal di daerah Jawa Timur jadi banyak dijual di stasiun ini. Karena sya naik kereta ekspress malam jadi ketika tiba di stasiun ini pagi hari. Kebetulan pada saat saya tiba di stasiun ini penumpang di depan saya membeli pecel sayur ini (mungkin untuk sarapan, mengingat kereta ii tiba di sana pada pagi hari). Setelah saya intip sedikit dari sela-sela kursi. saya perhatikan pecel sayur itu disajikan dengan piring daun pisang yang bagi orang jawa lebih dikenal dengan istilah pincuk. Lengkap dengan sate telur puyuh. Waahhh… cukup menggoda juga untuk dicicipi, tetapi karena saya tidak terbiasa sarapan maka saya redam keinginan saya tersebut.

 

Stasiun 6 :Stasiun Bojonegoro

Ini adalah stasiun terakhir perberhentian sebelum berhenti di stasiun akhir Stasiun Surabaya PasarTuri. Kalau di stasiun ini mungkin dilihat dari jualan makanan yang dijajakan oleh para penjual. tidak ada yang istimewa. tetapi kadang ada yang menjajakan Legen. adalah sejenis minuman yang berasal dari diambil dari pohon siwalan yang berbentuk seperti pohon pinang. Mungkin karena letak Bojonegoro yang agak dekat dengan Tuban yang terkenal sebagai daerah penghasil Legen (selain Gresik) di daerah Jawa Timur.

 

Stasiun 7: Stasiun Surabaya PasarTuri

Akhirnya setelah perjalanan yang lama akhirnya tibalah saya di stasiun akhir perjalanan saya yaitu Stasiun Surabaya PasarTuri. Stasiun Pasar Turi Surabaya ini merupakan tempat keberangkatan dan kedatangan kereta api yang melayani jalur kereta api lintas utara di pulau Jawa. Dalam pelayanannya stasiun ini melayani 2 kelas penumpang yang berbeda yaitu kelas ekonomi dan kelas bisnis-eksekutif.

 

Nah, itulah sedikit catatan langkah saya selama di dalam “ular besi” dalam perjalanan saya dari stasiun Jakarta Gambir menuju stasiun Surabaya PsarTuri. semoga catatan langkah saya ini dapat memberikan gambran kepada anda yang berencana melakukan perjalanan seperti saya. Jadi ketika anda naik kereta dan berhenti di sebuah stasiun. Anda dapat menerka di stasiun mana anda berhenti hanya dari mendengar riuhnya teriakan promosi penjualan dari para penjaja makanan yang ada tanpa anda harus beranjak dari kursi anda….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s